Ilustrasi tangki air, kekeringan musim kemarau

Sumber: Pennyu


3 menit

Kekeringan seringkali terjadi saat musim kemarau tiba dikarenakan hujan yang tidak kunjung datang. Hasil monitoring Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan musim kemarau tahun 2023 terjadi lebih panjang karena adanya fenomena El-Nino yang mengakibatkan kondisi sangat kering sehingga curah hujan berkurang dan suhu meningkat.

Baca juga: Cara Menutup Kran Air Bocor Gampang Banget!

Ada beberapa daerah-daerah di Indonesia yang akan terdampak kekeringan cukup kuat meliputi wilayah Sumatera seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu, Lampung. Seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara diprediksi memiliki curah hujan paling rendah dan berpotensi mengalami musim kering yang ekstrem.

Kemudian BMKG dan Pusat Iklim Dunia memprediksi El Nino terus bertahan pada level moderat hingga Februari 2024. Karena itu kewaspadaan terhadap kekeringan perlu ditingkatkan lagi.

Dampak El Nino tidaklah main-main. Dibutuhkan kerjasama antar BMKG, stakeholder baik kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk saling berperan dan bergandeng tangan untuk meminimalisir dampak dari fenomena kekeringan akibat El Nino tahun ini.

Berdasarkan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Nusa Tenggara Barat, kekeringan yang terjadi secara alamiah dibedakan menjadi empat.

1. Kekeringan meteorologis

Bencana kekeringan yang disebabkan oleh curah hujan di suatu daerah di bawah normal.

2. Kekeringan hidrologis

Terjadi apabila pasokan air tanah dan air permukaan berkurang.

3. Kekeringan Agronomis

Kandungan air di dalam tanah berkurang sehingga pertumbuhan tanaman dapat terganggu.

4. Kekeringan Sosial Ekonomi

Bencana yang menyebabkan adanya krisis sosial dan ekonomi.

Cara Meminimalisir Kekeringan

Kekeringan merupakan kondisi wilayah, lahan, maupun masyarakat kekurangan air sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, berikut ini adalah solusi yang bisa digunakan untuk mengatasi kekeringan:

1. Membangun atau merehabilitasi terhadap jaringan irigasi.

2. Membuat waduk di beberapa daerah.

3. Menghemat penggunaan air bersih.

4. Memelihara konservasi lahan maupun air.

Bantuan CSR untuk Korban Kekeringan Musim Kemarau

Beberapa daerah di Indonesia rutin mengalami bencana kekeringan sehingga masyarakat yang terdampak membutuhkan bantuan. Dalam hal ini, perusahaan bisa ikut andil meredam dampak kekeringan saat musim kemarau. Yakni melalui program corporate social responsibility (CSR). CSR atau tanggung jawab sosial merupakan aksi sosial yang bijak sebuah instansi untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Dengan CSR berarti instansi hadir membantu pemerintah dalam menangani berbagai permasalahan lingkungan yang berdampak masyarakat. Ada dua macam bantuan utama yang bisa disalurkan melalui CSR.

1. Air Bersih

Sebagai sebuah perusahaan yang ingin melaksanakan CSR untuk membantu korban bencana kekeringan, bantuan air bersih adalah pilihan yang tepat. Sebab bencana kekeringan terjadi karena disebabkan oleh pasokan air yang kurang untuk mencukupi manusia. Tentu saja bantuan air bersih sangat dibutuhkan oleh korban bencana kekeringan.

2. Tangki Air

Program CSR, tangki air, kekeringan, kekeringan musim kemarau
Sumber: Pennyu

Bentuk bantuan yang bisa diberi oleh instansi kepada masyarakat yang terdampak kekeringan berupa tangki air hidran umum (HU) untuk penampungan sementara air bersih bantuan pemerintah.

Baca juga: Antisipasi Dampak Kekeringan dengan Memanen Air Hujan, Begini Caranya

Dalam kebencanaan kekeringan tentunya keberadaan air bersih adalah sesuatu yang sangat berharga dan dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk itu diperlukan penampungan yang bisa melindungi kualitas air bersih. Tangki air hidran umum (HU) merupakan pilihan tepat untuk menampung air bersih sementara di area kekeringan.

Berikut ini adalah fungsi tangki hidran umum (HU) di area kekeringan.

1. Sumber Air Cadangan

Pada musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan, tangki air hidran umum menjadi penampungan air cadangan yang vital. Masyarakat bisa mengandalkan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan minum.

2. Akses Air Bersih Mudah

Masyarakat bisa dengan mudah mengambil air dari tangki-tangki ini saat mereka membutuhkannya. Ini sangat membantu saat sumber air lainnya kering.

3. Mendorong Kesadaran tentang Air

Tangki air hidran umum juga bisa menjadi pengingat penting tentang betapa berharganya air. Mereka mendorong masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana.

Jadi, tangki air hidran umum ini bukan hanya wadah besar berisi air, tapi juga solusi cerdas untuk menjaga ketersediaan air di saat-saat sulit. Tangki HU adalah bagian penting dalam upaya mengatasi masalah kekeringan dan menjaga air yang bersih bagi kita semua.

Jika Anda sedang mencari produsen tangki air HU yang berkualitas, hubungi Pennyu Indonesia di nomor 08170736698. Atau cek detail produk di link ini “Tangki Air Hidran Umum Pennyu”

Pennyu Pasti Beres

Komentar Dinonaktifkan