Market Intelligence

4 menit

Dalam mengembangkan suatu bisnis Market Intelligence berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan oleh pemangku kepentingan perusahaan. Tahapan yang dilakukan yakni melalui riset dan analisis yang bertujuan menghasilkan insight. Kemudian, akan didapatkan strategi yang tepat untuk pengambilan keputusan. Lantas, Bagaimana proses menganalisis potensi pasar dan apa dampaknya bagi perusahaan?

Baca Juga: Artificial Intelligence: It’s Not Here to Take Your Job… or Is It? 

Kamu penasaran bagaimana sebuah perusahaan dapat terus tumbuh dan beradaptasi? Muammar Imam Samodra, Market Intelligence Pennyu Indonesia akan membagikan pengalamannya di bidang marketing. 

Pengertian dan Cakupan Market Intelligence

Market Intelligence adalah disiplin ilmu sekaligus praktik berkelanjutan yang berfokus pada pemahaman terhadap dinamika pasar. Seorang Market Intelligence dapat diibaratkan sebagai mata bagi perusahaan yang bertugas mengamati peluang, mengenali potensi pasar, serta memahami berbagai perubahan yang terjadi. Hasil dari proses tersebut berupa insight atau wawasan yang dapat menjadi sumber informasi strategis bagi perusahaan, khususnya para pemangku kepentingan dalam menentukan arah dan mengambil keputusan bisnis yang tepat.

Market Intelligence berfokus dalam empat aspek penting, diantaranya:

a. Apa yang terjadi di pasar?

b. Kenapa hal itu terjadi?

c. Apa dampaknya bagi perusahaan?

d. Bagaimana langkah selanjutnya?

Pilar Market Intelligence

Dalam memahami pasar yang sangat luas, Ammar membagi pemahaman pasar menjadi empat pilar utama, diantaranya:

Competitive Intelligence

Berfokus memahami kompetitor, pada pilar ini mengidentifikasi produk, kelembagaan, visi-misi, positioning, dan strategi dari kompetitor. Analisis ini nantinya dapat menghasilkan suatu benang merah dan kesimpulan bagaimana kompetitor bersaing di pasar. 

Product Intelligence

Berfokus pada analisis dari sudut pandang customer, mulai dari respons dan tingkat kepuasan setelah pembelian hingga persepsi mereka terhadap harga yang ditawarkan. Melalui analisis ini, perusahaan dapat memahami apakah produk telah memenuhi kebutuhan customer, memberikan kepuasan, serta memiliki harga yang sesuai dengan daya beli dan ekspektasi pasar.

Market Understanding

Cara pandang melihat lingkungan perusahaan secara luas atau makro. Hal ini dapat dilihat dari aspek ekonomi, geopolitik, pertumbuhan ekonomi, dan lingkup pasar yang sedang perusahaan dihadapi. Aspek-aspek tersebut berdampak pada strategi marketing dan menjadi hal yang tidak terhindarkan. 

Customer Understanding 

Berfokus memahami tipe customer mencakup pola permintaan, pola pembelian, preferensi, dan bagaimana menggambarkan customer persona agar mendapatkan referensi penuh terkait target marketing. Customer persona dapat dirincikan dari jenis kelamin, usia, pekerjaan, hingga hobi. 

Apa yang Dikerjakan Oleh Seorang Market Intelligence?

Pennyu Insight Session

Sebagai seorang Market Intelligence di Pennyu Indonesia, Ammar melakukan riset dan analisis untuk menghasilkan insight. Fokus utamanya pada empat pilar yang telah dijelaskan sebelumnya. Selain itu, seorang Market Intelligence juga perlu memahami proses bisnis dan manajemen internal perusahaan. Pemahaman secara menyeluruh dapat didapatkan dari proses revenue tracking, performance tracking, dan operational tracking. Melalui ketiga proses ini, Ammar dapat menganalisis kondisi bisnis perusahaan dan mengidentifikasi peluang maupun aspek yang perlu ditingkatkan. Hasil analisis tersebut kemudian diolah menjadi insight berupa rekomendasi strategi yang dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Market Intelligence merupakan proses pemantauan yang dilakukan secara berkala. Analisis mencakup berbagai aspek, seperti harga, produk, fitur, dan perkembangan kompetitor. Tujuannya adalah menghasilkan insight berdasarkan data, seperti pola transaksi, perilaku pembelian, hingga tren perubahan harga. Insight tersebut kemudian digunakan sebagai dasar pertimbangan bagi perusahaan dan pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan bisnis.

Salah satu contoh penerapan Market Intelligence adalah menganalisis hubungan antara durasi kunjungan sales dan peluang terjadinya pembelian di toko. Pertanyaan yang ingin dijawab adalah, “Apakah lama kunjungan sales berpengaruh pada peluang toko melakukan pembelian?” Analisis dapat dilakukan menggunakan metode regresi sederhana guna melihat hubungan antara durasi kunjungan sales dan peluang pembelian. Hasil analisis ini dapat memberikan gambaran apakah durasi kunjungan memiliki hubungan dengan peluang terjadinya transaksi.

Tantangan yang Timbul Selama Bekerja

Ammar mengaku sempat merasa kewalahan karena banyaknya informasi yang harus diproses dan antar analisis satu sama lain saling terhubung. Itulah mengapa pipeline analisis menjadi sangat penting agar dapat memastikan hasil analisis tetap konsisten. Pipeline dibangun dari serangkaian fungsi yang mencakup tahapan analisis yang perlu dilakukan. Namun, membangun pipeline tidak selalu mudah, diperlukan trial and error agar dapat menemukan fungsi yang paling sesuai. 

Selain itu, ketersediaan data juga menjadi tantangan tersendiri bagi Ammar. Tidak semua data yang dibutuhkan tersedia di internet atau dapat diakses secara terbuka. Tantangan lain yang muncul yakni menghubungkan isu yang terjadi dengan insight yang diperoleh dari analisis. Proses ini membutuhkan kecermatan agar informasi dapat menjadi rekomendasi strategi yang relevan dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh perusahaan.

Baca Juga: Work Life Balance as Neurodivergent Individual 

Bagaimana Cara Berdamai dengan Masalah yang Dihadapi?

Setiap pekerjaan memiliki tantangan tersendiri tanpa terkecuali, salah satunya seorang Market Intelligence. Lantas, bagaimana cara menghadapi tantangan tersebut? Ammar membagikan tips sederhana dalam menghadapi tantangan pekerjaannya, diantaranya:

a. Self-Talk

Berbicara sendiri mengeluhkan masalah yang sedang dihadapi. Menurut Ammar, perilaku ini cenderung terjadi karena reflek sehingga spontan terjadi saat sedang overwhelmed dan bingung. 

b. Berjalan

Perilaku berjalan bolak-balik kesana kemari untuk mencari inspirasi dan menenangkan diri. Jalan kaki dapat sedikit meredakan stres, saat melihat sekitar dapat menyegarkan mata dan pikiran. 

c. Makan Jajanan Kesukaan

Makanan bisa jadi moodbooster tersendiri saat pikiran sedang kacau dan mood kurang baik. Maka dari itu, membeli jajanan kesukaan setidaknya dapat membuat suasana hati lebih baik. 

d. Artificial Intelligence

Bekerja sama dengan artificial intelligence (Agentic AI) guna membangun second brain untuk menampung insight dan mengolahnya menjadi informasi. Keberadaan AI sangat membantu dalam menghandle pekerjaan yang rumit. 

e. Menulis 

Ketika ada ide yang muncul spontan tuliskan di notes hp, laptop, atau buku. Ammar seringkali mendapatkan ide di saat yang tak terduga sehingga ia merasa perlu mencatatnya agar tidak lupa.

f. Diskusi dan Memperkaya Bacaan yang Relevan

Diskusi dengan rekan kerja atau atasan dapat menjadi kesempatan untuk bertukar pikiran, memperoleh masukan, serta sudut pandang yang berbeda. Selain itu, Ammar juga memperbanyak bacaan artikel mengenai bisnis dan hal-hal yang relevan dengan kerangka pekerjaan. 

Nah, itulah gambaran mengenai posisi Market Intelligence dan bagaimana cara kerjanya di Pennyu Indonesia. Melalui riset dan analisis data, pemantauan pasar, hingga penyusunan strategi, Market Intelligence membantu perusahaan memahami dinamika pasar dan menentukan langkah bisnis yang tepat. 

Tertarik mengenal lebih jauh profesi Market Intelligence dan peluang karir di bidang ini? Yuk, terus perkaya wawasanmu seputar dunia kerja dan temukan bidang yang paling sesuai dengan minat serta potensimu!

 

Komentar Dinonaktifkan