Mencuci Tangan Memang Perlu Tapi Hemat Air Juga Donk!

“The earth, the air, the land, and the water are not an inheritance from our forefathers but on loan from our children. So we have to handover to them at least as it was handed over to us.”

–Mahatma Gandhi

Sudah banyak sekali imbauan untuk mencuci tangan ya. Banyak pula yang sudah membagikan bagaimana cara mencuci tangan dengan baik sehingga dapat membersihkan secara maksimal. Namun, banyak pula yang belum sadar jika kebiasaan baik yang dilakukan justru dapat menimbulkan hal yang buruk. Pemborosan air.

Mencuci Tangan dan Durasi Yang Diperdebatkan

Beberapa waktu lalu, sempat timbul perdebatan mengenai seberapa lama kita perlu untuk mencuci tangan. Durasinya bervariasi dari 20 detik sampai dengan 60 detik. Mereka berlomba-lomba untuk membuktikan durasi yang paling efektif untuk mencuci tangan. Kebanyakan mereka membuktikannya dengan menggunakan sinar ultraviolet. Namun sayangnya, mencuci tangan dengan durasi tidak dapat membuktikan apakah dapat untuk membunuh virus. Belum ada penelitian yang cukup mengenai itu. Paling tidak, tidak ada salanya pula mencuci tangan selama 60 detik karena dapat membunuh kuman dan bakteri lebih efektif.

Seperti yang sudah disebutkan, timbul hal buruk yang muncul dari kebiasaan baik ini yaitu, boros air. Banyak orang yang tetap membiarkan keran airnya mengucur saat mereka sibuk menggosok sana-sini kedua tangannya. Lalu permasalahannya begini, kita makan 3 kali sehari dan dianjurkan menuci tangan sesudah dan sebelum makan. Hanya dengan 3 kali makan saja kita sudah mebiarkan 12 liter air terbuang sia-sia. Bisa membayangkan seberapa banyak air yang terbuang? Ini tidak menjadi masalah sih kalau kamu memang sangat malas untuk mencuci tangan di tengah pandemi ini. Tidak apa, kamu sudah membantu dunia untuk hemat air meski keselamatanmu yang jadi taruhannya.

Mencuci Tangan Tetap Menjadi Prioritas Ya, Coba Lakukan Cara ini

Kamu tidak perlu menjadi jorok untuk menghemat air kok. Hal yang sebenarnya perlu dilakukan adalah manajemen sederhana dalam penggunaan air. Cara ini tidak sulit untuk diterapkan kok, tidak sulit sama sekali. Mudahnya kamu harus mengingat langkah-langkah berikut ini:

  1. Basahi tangan menggunakan air keran, buka keran kecil saja, yang penting basah.
  2. Langsung tutup keran.
  3. Ambil sabun secukupnya.
  4. Busakan dan gosok-gosok sampai berbusa. Jangan lupa punggung tangan, sela-sela jari, kuku-kuku tangan, dan pastikan tidak ada sisi yang luput.
  5. Gosok-gosok pula gagang dan putaran keran atau bagian keran yang memang sering disentuh oleh banyak orang. Betul sekali karena akan menjadi percuma kalau tangan sudah bersih tapi digunakan lagi untuk menutup keran yang tidak tahu bersih atau tidak.
  6. Buka keran
  7. Bersihkan sisa-sisa busa pada tangan dan jangan lupa untuk membilas busa yang ada digagang atau putaran keran tadi ya sampai bersih.
  8. Tutup keran dengan sempurna.

Paham kan? Harapannya, kita bisa menghemat air dan lebih bijaksana dengan penggunaan air. Terlebih tidak akan selamanya air tersedia di bumi. Maka, akan lebih bijak jika kita menjaga bumi dan seluruh isi kehidupannya untuk generasi kita mendatang.

Terima Kasih.

Sumber: rucika, kumparan

Leave a Comment