Kekeringan Membuat Makhluk Hidup Dehidrasi, Antisipasi dengan Cara ini

kehidupan terancam ketika bencana kekeringan
Ilustrasi bencana kekeringan (Freepik)

Indonesia mempunyai dua fase musim, yaitu kemarau dan hujan. Ketika musim hujan, sudah pasti ketersediaan air melimpah. Kemudian berbeda dengan musim kemarau, bencana kekeringan mengancam beberapa daerah di Indonesia. Dampak kekeringan yaitu, makhluk hidup terutama manusia susah untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau periode 2022 di Indonesia terjadi sejak April hingga Oktober. Puncaknya ada pada Agustus.

Berdasarkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, adapun tiga dampak kekeringan yang perlu diwaspadai meliputi:

1. Sumber Air Minum Berkurang

Tentunya dampak ini harus diwaspadai. Dengan berkurangnya air minum atau air bersih sangat mempengaruhi ekosistem makhluk hidup termasuk manusia.

Dalam tubuh manusia, sekitar 70 persen terdiri dari air. Jadi berbahaya jika ketersediaan air minum berkurang. Makhluk hidup, terutama manusia dapat mengalami dehidrasi.

Baca juga: Hoax atau Fakta Lumut Cepat Tumbuh di Tangki Warna Cerah?

2. Sumber Air untuk Kebutuhan Sehari-hari Berkurang

Kekeringan akan mengancam keberadaan sumber air yang biasanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti sumur dan sungai akan kering atau pasokan airnya berkurang.

Hal ini perlu diwaspadai, karena manusia tidak dapat hidup tanpa air. Air adalah komponen penting untuk kehidupan manusia.

3. Tanaman Mati karena Kekurangan Air

Adanya kekeringan yang berkepanjangan, tanaman atau tumbuhan akan mati bertumbangan. Sebab, air yang menjadi makanan tidak pernah didapat tumbuhan.

Matinya tanaman berpengaruh besar kepada kualitas udara. Karena fungsi tanaman sebagai penghasil oksigen tidak berjalan, sehingga polusi udara semakin merebak dan makhluk hidup juga lebih mudah mati.

Solusi Antisipasi Dampak Kekeringan

Tangki air solusi dampak kekeringan di musim kemarau
Tangki Air Pennyu

Lalu bagaimana sih cara meminimalisir dampak kekeringan saat musim kemarau? Jawabannya yaitu, Anda dapat menggunakan tangki air.

Ya, tangki air sangat bermanfaat ketika musim kemarau. Hal ini karena fungsinya untuk menampung air bersih. Jadi, Anda tidak perlu khawatir lagi kekurangan air untuk beraktivitas selama musim kemarau.

Menampung air ke dalam tangki saat musim kemarau juga dapat menjaga kebersihan air. Sebab, air yang sudah masuk ke dalam tangki akan terjaga dan terhindar dari pencemaran.

Selain itu, tangki air juga bisa dimanfaatkan untuk menampung air hujan. Melalui penyaringan dan pemrosesan yang benar, air hujan dapat diubah menjadi air bersih. Dengan demikian, meminimalisir dampak kekeringan.

Baca juga: Supaya Rapi, Ini Saran Penempatan Tangki Air di Rumah

Walaupun begitu, Anda tetap harus cerdas dan hemat dalam menggunakan air bersih karena ketersediaannya yang semakin terbatas. Terlebih ketika musim kemarau rawan kekeringan.

Nah, setelah mengetahui manfaat tangki air, Anda bertanya-tanya merek dan spesifikasi tangki air apa yang bagus?

Jawabannya yakni gunakan tangki air anti lumut yang dapat menjaga kualitas air bersih Anda. Lalu pilih tangki air dengan metode pembuatan rotomoulding agar lebih awet dan tahan lama.

Gunakan Tangki Air Pennyu pilihan tepat untuk menyimpan air bersih. Karena memiliki dijamin bebas lumut, kapasitas lebih besar, hingga tutup berventilasi untuk menjaga suhu air dalam tangki. Info selengkapnya cek di sini https://pennyu.co.id/produk/tangki-air-reguler/

~Kalau pakai Pennyu, Pasti Sudah Beres~